Polemik Omnibus Law Yang Buat Mahasiswa Galau

 

1. Karpet merah bagi tenaga kerja asing

Budi merupakan salah satu lulusan UNY,  ia kini sedang bingung karena belum mendapat pekerjaan, disebabkan jumlah lowongan kerja tidak sebanding dengan jumlah lulusan baru di Indonesia.

Jika Omnibus Law disahkan, budi khawatir ia semakin sulit mendapat pekerjaan, karena ia harus bersaing dengan pekerja asing yang perizinannya dipermudah pemerintah melalui omnibuslaw

2. Penghapusan UMR yang digantikan UMP

Kini akhirnya dia diterima bekerja di sebuah perusahaan yang berada di Karawang dengan gaji perbulan sesuai UMR sebesar 4.5 juta.

Tapi jika omnibus law disahkan, maka  gaji budi terancam turun karena gaji yang semula sesuai UMR akan disesuaikan menjadi UMP (Upah Minimum Provinsi) Jawa Barat sebesar 1,8 juta.

POLEMIK RUU OMNIBUS LAW | Jurnal Intelijen

3. Skema upah perjam

Setelah gajinya terancam turun dari UMR ke UMP, budi juga dibuat khawatir dengan kebijakan omnibus law yang lain yang mengganti upah bulanan menjadi upah per jam.

Berarti, jika Budi cuti atau tidak bisa bekerja maka dia terancam tidak mendapatkan upah di hari itu karena kebijakan tersebut.

4. Status karyawan tetap bagi pekerja terancam hilang

Budi sebenarnya masih berstatus sebagai karyawan kontrak(training) di perusahaan tersebut, saat ini dia dibuat dilema kebijakan omnibus law mengancam dirinya dengan kebijakan penghapusan karyawan tetap.

Karena bisa saja dia menjadi karyawan kontrak diperusahaan tersebut selamanya dan tiba-tiba di putus kontrak karena faktor usia.

Baca Juga Artikel Sebelumnya : Peletakan Batu Pertama Melupakan Masalah yang Lama

Categories: Propaganda

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *